Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Pola Perilaku Konsumtif Penduduk Kota Balikpapan
Gaya hidup dengan pola perilaku konsumtif
adalah pola hidup baru yang kini dikenal di masyarakat Indonesia. Gaya hidup
konsumtif terjadi ketika seseorang menghabiskan banyak waktu dan uang untuk
hal-hal yang tidak berguna, berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan (Zebua &
Nurdjayadi, 2001). Menurut Zemi tahun 2014, perilaku konsumtif menyebabkan
pembelian barang bukan lagi karena kebutuhan, melainkan karena keinginan,
realitas hidup di perkotaan cenderung kian mengaburkan beda antara kebutuhan
primer dan kebutuhan sekunder-tersier yang kemudian faktanya beralih fungsi
menjadi keinginan.
Salah satu indikasi perilaku konsumtif
masyarakat adalah peningkatan jumlah pengeluaran. Data Badan Pusat Statistik
menunjukkan peningkatan sebesar 72.471 dari tahun 2013 ke tahun 2014 untuk
rata-rata pengeluaran per kapita sebulan menurut kelompok barang (makanan dan
bukan makanan). Dampaknya individu akan merasa rendah diri apabila ia tidak
bisa membeli apa yang diinginkannya dan akan terus mengikuti yang banyak
digemari tanpa mau menjadi diri sendiri. Karena ingin selalu membeli apa yang
diinginkan tanpa peduli dengan banyaknya uang yang harus dikeluarkan, sehingga
bersedia melakukan apapun demi gaya
hidup tanpa peduli akan etika.
Fenomena perilaku
konsumtif nyata terjadi di masyarakat. Dalam kutipan Jawapos.com, diketahui
pelaku terpaksa menjual diri lantaran faktor ekonomi yaitu, ingin tampil keren
dan kekinian, namun tak memiliki uang. Sehingga jalan pintas pun dilakukan agar
semua keinginannya terpenuhi. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya
Suryana menguraikan, kejadian ini merupakan fenomena yang terjadi di kota
metropolis. Sebagai bentuk kejahatan yang harus diwaspadai keluarga maupun
masyarakat.
“Umumnya
kasus ini dipicu dengan motif ekonomi. Jika hal ini dibiarkan, akan merusak
generasi muda bangsa,”
Kasus
serupa juga terjadi di kota besar yaitu seorang siswa 4 SMP di Bali memutuskan
untuk mengakhiri hidupnya karena tidak kunjung mendapatkan handphone yang
diinginkan. Kasus lainnya ialah mahasiswi
salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang, Jawa Timur, mencuri uang sebesat Rp 213 juta di Pondok Pesantren
(Ponpes) Al-Ishlahiyah Singosari, Kabupaten Malang dan hasil kejahatan itu
kemudian digunakan untuk memenuhi gaya hidupnya yang glamour.
Dengan adanya pola perilaku
konsumtif akibat gaya hidup yang terdapat pada lingkungan tersebut mempengaruhi
penduduk sekitar dengan meningkatnya kematian dan kejahatan seperti pencurian,
prostitusi, bahkan jika dibiarkan pembunuhan. Lalu meningkatnya kemiskinan,
karena banyaknya pemenuhan keinginan yang ingin dipenuhi akan menyebabkan
meningkatnya pengangguran.
Dari
kasus yang telah disebutkan kita dapat menjadikannya pelajaran dan melakukan
pencegahan agar bisa mengubah perilaku konsumtif. Pencegahan yang bisa kita
lakukan yaitu dengan cara sebagai berikut :
·
Menabung
Mulailah dengan menabung dengan menyisihkan sedikit
uang. Jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin, akan sangat bermanfaat untuk
dana cadangan yang bisa digunakan di masa mendatang saat ada kebutuhan
mendadak.
·
Cermat dalam
membeli
Kita bisa cermat dalam membeli barang dengan cara
memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan.
·
Berinvestasi
Investasi merupakan salah satu cara
untuk menghindari perilaku konsumtif sekaligus merencanakan kehidupan masa
depan yang lebih baik.
·
Bersedekah
Sedekah
juga menjadi salah satu solusi untuk mengubah pola perilaku konsumtif dan agar
hati kita lebih lunak untuk membantu sesama. Dengan bersedekah berarti kita
juga telah membantu beban orang yang dalam keadaan sedang susah.
Pencegahan lain yang dapat kita lakukan
ialah seperti sosialisasi mengenai pentingnya paham berperilaku menghadapi gaya
hidup yang sedang terjadi kepada masyarakat luas. Berdasarkan kasus di atas
dapat disimpulkan bahwa secara teoritis ada suatu keterkaitan antara pola perilaku
konsumtif dengan gaya hidup, hal tersebut disebabkan karena pengaruh mobilitas
sosial yang tinggi sehingga berdampak pada kehidupan pelakunya.
REFERENSI:
http://etd.repository.ugm.ac.id/downloadfile/97541/potongan/S1-2016-329378-introduction.pdf
Zebua, Albertina. S dan Nurdjayadi, Rostiana. D. 2001.
Hubungan Antara Konformitas dan Konsep Diri Dengan Perilaku Konsumtif Pada
Remaja Putri. Phronesis. Volume 3. No. 6
Komentar
Posting Komentar